Cara Merawat Keran agar Tahan Lama dan Bebas Bocor

Cara Merawat Keran agar Tahan Lama dan Bebas Bocor – Keran air merupakan salah satu komponen penting dalam rumah yang digunakan setiap hari, baik di kamar mandi, dapur, maupun area cuci. Karena digunakan secara rutin, keran rentan mengalami kerusakan seperti bocor, macet, atau berkarat jika tidak dirawat dengan baik. Keran yang bocor bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyebabkan pemborosan air dan meningkatkan tagihan bulanan. Oleh karena itu, perawatan keran secara berkala menjadi langkah penting agar keran tetap berfungsi optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Perawatan keran sebenarnya tidak sulit dan dapat dilakukan sendiri tanpa harus selalu memanggil teknisi. Dengan kebiasaan sederhana dan pengecekan rutin, kerusakan bisa dicegah sejak dini sehingga keran tetap awet dan bebas masalah.

Bersihkan Keran Secara Berkala

Membersihkan keran secara teratur adalah langkah dasar untuk menjaga kualitasnya. Keran sering terkena percikan sabun, pasta gigi, minyak dapur, hingga kerak air yang dapat menumpuk dan merusak permukaan. Bersihkan keran menggunakan kain lembut dan air sabun hangat. Hindari menggunakan bahan abrasif seperti sikat kawat atau pembersih kimia keras karena dapat menggores lapisan pelindung keran.

Untuk kerak kalsium dan noda putih akibat mineral air, gunakan campuran cuka dan air. Basahi kain dengan larutan cuka, balutkan ke bagian keran yang berkerak, diamkan 10–15 menit, lalu gosok perlahan hingga bersih. Perawatan rutin semacam ini membantu mempertahankan kilau dan mencegah karat.

Hindari Memutar Keran Terlalu Keras

Kebiasaan memutar keran terlalu kuat ketika membuka atau menutup dapat merusak komponen dalam seperti washer dan packing. Jika dilakukan berulang, keran bisa menjadi longgar, macet, atau menyebabkan kebocoran di bagian sambungan. Gunakan tekanan ringan dan putar secukupnya hingga air benar-benar berhenti.

Untuk keran model tuas (lever faucet), gerakkan tuas dengan lembut agar sistem katup tidak cepat aus. Keran berkualitas baik biasanya memiliki mekanisme halus, jadi tidak perlu ditekan atau dipaksa.

Periksa Penyambung dan Seal Secara Berkala

Salah satu penyebab utama kebocoran adalah seal atau karet o-ring yang aus. Setiap beberapa bulan, periksa bagian sambungan keran ke pipa dan pastikan tidak ada tetesan air yang muncul. Jika terlihat lembap, segera perketat sambungan menggunakan kunci pipa atau ganti ring karetnya.

Periksa pula aerator di ujung keran. Aerator yang tersumbat kotoran atau mineral dapat mengurangi tekanan air dan menyebabkan cipratan tidak terkontrol. Lepaskan aerator, rendam dalam cuka beberapa menit, lalu sikat dengan lembut sebelum dipasang kembali.

Gunakan Tekanan Air yang Sesuai

Tekanan air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kecepatan aus pada komponen keran dan meningkatkan risiko kebocoran. Jika tekanan air di rumah terlalu kuat, pertimbangkan memasang pressure regulator. Selain menjaga keran tetap awet, tekanan air yang stabil juga membantu mencegah kerusakan pada mesin cuci, shower, dan pipa air lainnya.

Pilih Keran Berkualitas dan Sesuai Kebutuhan

Kualitas keran sangat berpengaruh terhadap daya tahannya. Keran dari bahan kuningan atau stainless steel lebih tahan korosi dibandingkan bahan logam ringan yang murah. Saat membeli keran baru, pilih produk dengan merek terpercaya dan garansi resmi. Pastikan juga model keran sesuai dengan kebutuhan, misalnya keran dapur putar fleksibel untuk area cuci piring atau keran single lever untuk kenyamanan di kamar mandi.

Membeli keran berkualitas memang membutuhkan biaya lebih, namun investasi tersebut setara dengan ketahanan yang lebih lama serta pengurangan biaya perbaikan.

Lakukan Perbaikan Secepatnya Saat Ada Gejala Kerusakan

Tetesan kecil dari keran yang longgar sering kali diabaikan karena dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan terus, kerusakan akan semakin parah dan perbaikan lebih sulit dilakukan. Segera lakukan pengecekan dan perbaikan jika muncul tanda seperti:

  • Air menetes meski sudah ditutup rapat
  • Keran terasa seret atau macet saat diputar
  • Suara mendesis dari sambungan pipa
  • Air memercik tidak teratur karena aerator tersumbat

Semakin cepat ditangani, semakin kecil kerusakan dan biaya yang diperlukan.

Kesimpulan

Merawat keran agar tahan lama dan bebas bocor bukanlah hal yang sulit. Pembersihan rutin, penggunaan yang tidak berlebihan, pengecekan sambungan, dan pemilihan keran berkualitas adalah langkah sederhana yang memberikan dampak besar pada umur pakai keran. Mengatasi kebocoran sejak dini juga membantu mengurangi pemborosan air dan menghemat biaya perawatan rumah.

Dengan perawatan yang tepat, keran dapat berfungsi optimal bertahun-tahun tanpa sering mengalami masalah. Kebiasaan kecil sehari-hari menjadi kunci menjaga kenyamanan dan efisiensi penggunaan air di rumah. Sebuah langkah sederhana untuk kenyamanan jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top